1mo ago

Seperti apa kesan pertama Anda melatih Persikad?
Pastinya saya sangat senang dapat bergabung dengan Persikad. Dengan manajemen yang progresif dan dengan para pemain muda yang tergabung, ini tentu menjadi motivasi tersendiri bagi saya untuk menakhodai tim termuda di Championship musim ini.
Imbangi Persikad 3-3 di Pakansari bersama klub Anda sebelumnya, apa yang Anda pikirkan saat itu?
Ya, waktu itu saat saya bersama Sriwijaya FC kami mampu mencuri poin di Pakansari. Sebelum bertanding, yang saya paling saya antisipasi bahwa kami harus mengantisipasi semangat juang anak-anak Depok. Itu terbukti saat kami tertinggal dua gol lebih dulu.
Karakter tim seperti apa yang dapat suporter Persikad harapkan dari seorang Achmad Zulkifli?
Pastinya tim yang memiliki 𝘧𝘪𝘨𝘩𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘴𝘱𝘪𝘳𝘪𝘵, yang selalu pengin menang di setiap pertandingan, dan melakukan yang terbaik untuk lambang di dada mereka. Tekad itu yang kami (staf pelatih) akan coba terus bakar di setiap laga untuk meraih hasil semaksimal mungkin.
Melatih tim dengan rataan pemain termuda di Championship, bagaimana pendekatan Anda?
Ya, tim kita dihuni banyak pemain muda potensial yang secara pribadi mereka tengah beranjak dewasa dan punya banyak keinginan dan keingintahuan. Terlepas dari urusan teknis sebagai pelatih, saya sekaligus mencoba menjadi sosok teman, sahabat, abang atau orangtua, sehingga saya bisa membangun hubungan personal yang kuat, dan anak-anak asuh saya mampu mengeluarkan kemampuan terbaik mereka di lapangan.
Apa target pribadi Anda di sisa musim ini bersama Persikad?
Saya pikir setiap tim menginginkan kandang yang mereka tempati dapat menjadi benteng, menjadi tempat yang luar biasa sulit bagi lawan-lawannya. Itu yang jadi fokus saya saat ini, saya ingin kami tidak lagi kehilangan poin di Pakansari sejak partai kontra PSMS Medan ini. Kami juga punya target untuk finis di empat besar agar kami lebih percaya diri menyongsong musim depan.